Biadab! Bocah 10 Tahun di Bima, Diperkosa lalu Dibunuh Kemudian Digantung di Tiang Jemuran depan Rumah Korban


Foto: Polisi mengukur ketinggian jemuran yang digunakan untuk menggantung korban (Dok.Polres Bima Kota)
Bima, KALTIMAMPUNKU.comSeorang bocah perempuan di Kecamatan Rasanae, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat ditemukan tewas di depan rumahnya. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di tali jemuran di depan rumah kos yang dihuninya bersama orang tuanya. Diduga korban diperkosa, kemudian di bunuh lalu digantung di tiang jemuran depan rumah korban. Ketika kejadian, orang tua korban sedang berada di pasar.

Dirangkum Kaltimampunku.com, penemuan mayat perempuan berusia 10 tahun ini membuat gempar warga setempat. Awalnya, korban diduga bunuh diri dengan cara menggantungkan diri di jemuran.

“Terkait kejadian seorang anak yang ditemukan tewas tergantung, hasil olah TKP sementara bahwa yang bersangkutan terlihat ada unsur dibunuh dengan sengaja,” kata Kapolres Bima Kota, AKPB Haryo Tejo Wicaksono SIK, saat konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (16/5/2020) malam.

Pihaknya telah menerima hasil visum dari rumah sakit terkait kematian anak bawah umur asal NTT itu.

BIa menduga, korban diperkosa dan dianiaya sebelum akhirnya digantung oleh pelaku di atas tali jemuran.

Dia mengatakan, dari hasil visum awal yang dilakukan pihak rumah sakit, di tubuh mayat korban terdapat sejumlah luka gores. Beberapa bagian tubuhnya juga mengalami luka memar.

Namun, yang paling mengejutkan, ketika dalam hasil pemeriksaan juga ditemukan cairan aneh di alat vital korban. Tak hanya itu, polisi juga membeberkan jika dari hasil visum diketahui di sekitar bagian intim korban terdapat tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil visum memang korban mengalami luka di bagian kemaluannya. Selain itu, ada cairan di vaginannya, apakah itu merupakan cairan sperma atau cairan lain perlu cek forensik,” ujar dia.

“Korban ditemukan dalam posisi leher terikat kain yang diikat di tali jemuran,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Aryanto dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (16/5/2020).

Korban ditemukan tewas pada Kamis (14/5) sekitar pukul 13.45 WITA. Korban ditemukan oleh warga sekitar, dalam posisi tergantung di atas jemuran di depan kosan milik Jumadi.

“Awalnya teman si korban ini mendengar teriakan dari adik kandung korban,” imbuh Artanto.

Selanjutnya, teman korban menghampiri adik korban dan menemukan jasad korban sudah tewas dalam kondisi tergantung di jemuran. Ia lalu memberitahukan penemuan mayat korban ini kepada Nining Suryani (33), penghuni lain di kosan tersebut.

“Kemudian saudari Nining ini keluar dan melihat korban dalam keadaan sudah tergantung,” tuturnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo mengatakan, saksi Nining saat itu sedang tidur di kamarnya ketika korban ditemukan tewas. Dia terbangun setelah mendengar suara ribu-ribut di depan kosan.

“Kemudian saksi ini bangun dan melihat korban sudah meninggal. Dia lalu menghubungi orang tua korban,” kata Haryo.

Saat itu, orang tua korban sedang ada di pasar, bekerja di sebuah toko. Orang tua korban datang ke TKP tidak lama setelah ditelepon Nining.

Selanjutnya, penemuan mayat korban ini dilaporkan ke pihak kepolisian. Polisi yakin betul, korban tidak gantung diri, melainkan dibunuh.

“Kalau gantung diri kan nggak mungkin ada luka-luka terlebih dahulu,” kata Haryo.

Bukan hanya karena dugaan, melainkan dari hasil identifikasi dan olah TKP, ditemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya ada luka bekas kekerasan pada tubuh korban. Ini yang menguatkan dugaan polisi bahwa korban tidak gantung diri, melainkan dibunuh.

“Ada lecet di sebelah kanan tangan, kemudian di kaki juga. Makanya, kita duga ini pasti terjadi tindak kekerasan kan,” kata Haryo lagi.

Polisi menduga, korban meninggal akibat kekerasan seksual. Hal ini didasarkan kepada temuan hasil visum pada kemaluan korban.

“Kami menemukan ada luka lecet di bagian kemaluan korban, dugaannya korban mendapatkan kekerasan seksual,” imbuh Haryo.

Dugaan korban mengalami kekerasan semakin kuat, manakala ditemukan ada luka lebam di bagian mata.

“Ada lebam di mata juga,” ucapnya.

Polres Bima bergerak cepat menyelidiki kejadian itu. Hasil penyelidikan sementara, polisi mendapatkan titik terag soal pelaku yang diduga kuat adalah tetangga korban satu kosan.

“Terduga ini tetangganya sendiri, masih satu kosan dengan korban,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo, Sabtu (16/5/2020).

Haryo mengatakan, terduga pelaku berinisial AT (37) ini diamankan pada Jumat (15/5) malam. Saat ini ST masih diperiksa di Polres Bima Kota.

“Status terduga masih saksi,” kata Haryo.

Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut. Polisi saat ini masih mendalami keterangan AT.

Polisi Ungkap Sosok Terduga Pembunuh Bocah di Bima yang Digantung di Jemuran

Polisi mengukur ketinggian jemuran yang digunakan untuk menggantung korban
Foto: Polisi mengukur ketinggian jemuran yang digunakan untuk menggantung korban (Dok.Polres Bima Kota)
 

Polisi mengamankan seorang pria yang diduga pelaku pembunuhan bocah perempuan di Bima, Nusa Tenggara Barat. Terduga yang diinisialkan AT (37), adalah tetangga yang tinggal di kosan, satu tempat dengan orang tua korban.

“Terduga tinggal di satu kos-kosan situ juga,” kata Kapolres Bima AKBP Haryo Tejo dilansir dari detikcom, Sabtu (16/5/2020).

Di kosan tersebut terdapat 4 unit kamar. AT tinggal di kamar pertama atau paling depan.

“Yang diduga pelaku ini di pintu awal. Kos kedua ini saksi, kos ketiga kosong, kos keempat ini tempat kos orang tua korban,” jelas Haryo.

Sehari-hari, AT bekerja menjaga toko di pasar. Begitu juga dengan orang tua korban yang bekerja di pasar yang sama.

“Si terduga pelaku ini bahkan yang mencarikan kosan di situ itu adalah orang tua korban. Jadi mereka ini saling kenal,” tuturnya.

Haryo mengatakan bahwa AT sudah memiliki istri. Namun ia terpisah dari istrinya yang tinggal di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Istrinya di Manggarai NTT. Di situ dia istilahnya kumpul kebo sama ada perempuan lagi di situ, tapi (si perempuan itu) nggak tinggal di situ,” ungkapnya.

Polisi menduga AT terkait dalam kematian korban ini. AT saat ini masih diperiksa secara intensif di Polres Bima.

BERITA TERBARU LAINNYA : 

BACA JUGA : Aksi Predator Anak di Gorontalo, Sekap dan Cabuli Korban Sebulan Lebih

BACA JUGA : Janda Setengah Bugil yang Ditemukan di kebun Belakang Minimarket Akhirnya Tewas, Pelaku Berhasil Ditangkap

 

 

 

 

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan