”The ”The

Kaltimampunku.com-Nama Udin Balok alias Panglima Kumbang  kian dikenal. Tatonya yang banyak hingga ke wajah bikin seram. Udin Balok terlihat ketika menjemput Habib Bahar bin Smith bebas dari lapas Cibinong pada Minggu 17 Mei 2020 kemarin. Di dalam mobil, Udin Balok duduk di depan, di samping sopir. Sementara Habib Smith duduk di tengah mobil. Udin Balok atau Panglima Burung kian tenar, bahkan ada yang menyebut hampir sejajar dengan Panglima Burung,  seorang tokoh mitos yang legendaris yang dipercayai sebagai tokoh pelindung dan pemersatu Suku DayakKalimantan.

Panglima Burung dipercayai  tinggal di daerah gaib pedalaman Kalimantan dan mengawasi seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan. Panglima Burung akan turun sewaktu-waktu dalam bentuk seutuhnya atau meraksuki seseorang untuk menolong apabila Suku Dayak sedang dalam posisi terancam, teraniaya, atau hendak melakukan peperangan. Sedangkan Panglima Kumbang tinggal di Jakarta dan bergaul dengan selebriti.

Udin Balok saat mengikuti Pekan Budaya Dayak di Jakarta 25 April 2013 . FOTO/Lukas B Wijanarko/kalimantantoday

Setelah sempat tampil di berapa TV swasta di Jakarta, dan dikenal banyak orang, sepertinya Udin Balok sudah menetap di Jakarta. Dia beberapa kali nampak terlihat berfoto bersama selebriti.   Atau sepertinya selebriti yang meminta ingin berfoto dengannya.

Panglima Kumbang (kiri) bersama Hotman Paris. Foto: Youtube.

Dia juga kenal dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Hotman Paris bahkan pernah mengunggah video saat dia bersama Panglima Kumbang.  Udin Balok juga berteman dengan musisi Ahmad Dhani. Ahmad Dani sempat memamerkan fotonya saat bersama Udin Balok.

Udin Balok yang pernah tinggal di Sampit,  juga sempat tinggal di Samarinda. Tepatnya di sekitar Jalan A. Wahid Hasyim, dekat TVRI.  Kabarnya di  tempat tinggalnya di Samarinda  Udin sempat memelihara buaya putih.  

Siapakah Udin Balok?

Versi yang lain. Menurut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Udin Balok bukan orang Dayak. Melain kan orang Jawa. Kabarnya,  istri pertama Udin Balok, yang  orang Dayak. Selain Udin Balok ada satu lagi yang disoroti DAD, yaitu Baonk.  Panglima Baonk. Menurut DAD, Baonk juga bukan orang Dayak, tapi orang Sunda.

Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah merasa terganggu oleh ulah orang-orang yang mengatasnakan suku Dayak, tetapi sejatinya hanya untuk kepentingan diri mereka sendiri. Dan tidak mewakili kepentingan suku Dayak pada umumnya. Apalagi mereka bukan berdarah Dayak.

Udin Balok bersama Baonk 

Bahkan penampilan yang bersangkutan tidak mencerminkan budaya suku Dayak, khususnya Dayak Maanyan. 
 
Sebagai contoh yang bersangkutan mengaku sebagai pimpinan suku Dayak Maanyan dan memamerkan aneka adegan dengan senjata tajam sebagaimana kita saksikan saat mereka berunjuk rasa di kantor PT Pertamina, Jakarta.

Adegan itu disiarkan oleh TV dan media nasional ditambah media lokal dan media sosial.
 
DAD menuntut Udin Balok dan Baonk, keduanya  minta maaf kepada masyarakat Dayak dan berhenti memanfaatkan atau membawa-bawa nama Dayak di mana-mana.

Apalagi untuk kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan masyarakat Dayak.

Keberatan atau tepatnya peringatan ini disampaikan Biro Hukum dan Advokasi DAD Kalteng, Letambunan Abel.

Berikut pernyataannya:

“Pernyataan Resmi Dari Biro Hukum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah”

Bahwa kedua orang ini yang selalu membawa-bawa nama Dayak di mana-mana, dan mengaku sebagai Panglima Dayak. Setelah kami telusuri bahwa mereka ini “bukan orang Dayak, dan tidak ada darah keturunan Dayak”.

Agar yang bersangkutan menghentikan aktivitasnya yang berhubungan dengan mengatasnamakan Dayak. dan diminta membuat pernyataan pengakuan serta permohonan ma’af secara terbuka di media sosial, televisi dan koran koran, sebelum kami melakukan langkah selanjutnya..TKS. 

Biro Hukum DAD

Dewan Adat Dayak 
Provinsi Kalimantan Tengah.

Surat pernyataan dibuat sudah lama, tertanggal 11 Oktober 2018. Letabunan Abel menyatakan, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah merasa terganggu oleh ulah orang-orang yang mengatasnakan suku Dayak, tetapi sejatinya hanya untuk kepentingan diri mereka sendiri dan kelompoknya. Dan tidak mewakili kepentingan suku Dayak pada umumnya. Apalagi mereka bukan berdarah Dayak.Bahkan penampilan yang bersangkutan tidak mencerminkan budaya suku Dayak, khususnya Dayak Maanyan.

Surat pernyataan keras DAD Kalteng terkait beredarnya foto-foto Udin Balok bersama Terpidana kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith. Jauh sebelumnya, tepatnya di Mei 2018, postingan pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea bersama Udin Balok pun memicu polemik.

Akun Twitter @PakatDayak, Jumat, 23 Maret 2018 menceritakan sosok Stevanus atau Udin Balok. Akun dengan 12,1 ribu follower dan banyak mengangkat isu-isu seputar dayak itu menuding Stevanus berbohong.

“Bermodalkan kain merah dan kuning plus mandau souvenir Udin Balok alias Stevanus memulai aksi ngibulnya,” tulis Pakat Dayak.

Ketika kerusuhan berakhir, Udin Balok tampil dgn tubuh yg sudah dimodifikasi. Tato tanpa makna menghiasi tubuhnya..

Saat pertikaian etnis di Tarakan, antara etnis Tidung dengan Bugis, Nampak  Udin Balok   bersama dengan tokoh-tokoh Tidung, tokoh Banjar dan etnis Kalimantan lainnya  nampak terlihat bersama aparat kepolisian, untuk mendamaikan kedua belah pihak.  Udin Balok disebut-sebut  salah satu tokoh yang berjasa dalam perdamaian dalam pertikaian antar etnis daerah dengan etnis pendatang.

Belum diperoleh informasi yang jelas,  siapa yang memberi nama Udin Balok dengan julukan Panglima Kumbang. Namun sekarang ini,  di Kalimantan khususnya di Kaltim  gelar “panglima” adalah sesuatu yang biasa. Sejumlah ormas kedaerahan memiliki panglima sendiri-sendiri. Sebutlah salah satunya ada yang berjuluk Panglima Enggang dan panglima-panglima lainnya dari beberapa ormas kedaerahan.

 

 

 

”The ”The

Tinggalkan Balasan