Kaltimampunku.com – Baru saja menghirup udara  bebas, Habib Bahar bin Smith (36) dikabarkan kembali ditangkap pada Selasa (19/5) pukul 02.00 WIB  dini hari.

Hal tersebut diinformasikam oleh akun twitter resmi DPP Front Pembela Islam (FPI).

“Breaking news. Jam 02.00 malam ini Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap,” demikian disampaikan aku DPP FPI @dpplif, Selasa (19/5/2020).

Kabar penangkapan Bahar dibenarkan oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212 Ustadz Slamet Maarif. Dia mengatakan Bahar ditangkap sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa (19/2).

“Ya saya barusan jam 03.30 dapat kabar dari santrinya,” kata Ustadz Slamet, Selasa (19/5).

Ustadz Slamet belum mau menjelaskan secara rinci mengapa Habib Bahar kembali ditangkap meski baru saja bebas.

“Saya mau tanya ke pengacara pagi ini,” ucap Slamet.

Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas sempat mengunggah status berisi pesan singkat dari Bahar ihwal penangkapannya. Bahar mengaku menulis pesan itu saat dalam perjalanan menuju lapas.

Dalam pesan singkat, Bahar mengaku dijemput pada pukul 02.00 WIB untuk kembali masuk tahanan. Dia tidak dibawa ke Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, tempat sebelumnya ia menjalani masa hukuman, melainkan ke Lapas Gunung Sindur.

“Karena ceramah saya waktu malam saya bebas,” kata Habib Bahar lewat pesan singkat yang diunggah Habib Muchsin Alatas.

Dijetahui, Habib Bahar keluar dari Lapas Pondok Rajeg Cibinong, Bogor, Sabtu (16/5/2020). Habib Bahar ditangkap dan ditahan sejak 18 Desember 2018 lalu.

Selepas dari penjara, malamnya Habib Bahar langsung mengadakan ceramah yang dihadiri oleh banyak pendukungnya. Ceramahnya yang menggelegar viral di sosial media.

“Saya tidak pernah kapok menyampaikan kebenaran! Saya besok pagi dipenjarakan lagi karena berjuang untuk rakyat kecil, bahkan dimatikan, saya ridho saya ikhlas!” kata Habib Bahar dalam ceramahnya di hadapan para santrinya dan umat Islam, Sabtu (16/5/2020) malam. (*)

Habib Bahar dijemput paksa dini hari 19-Mei pukul 02:00#kamibersamahabibbahar#kamibersamahabibbahar pic.twitter.com/6VEZtDKbxA

— Saddan Pasaribu (@Saddan0308) May 18, 2020

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat menegur Habib Bahar bin Smith yang kembali berceramah dengan mengundang massa. Bahar saat ini masih dalam tahap pengawasan karena berstatus asimilasi.

Ceramah Bahar di depan kerumunan massa itu terekam video dan viral di media sosial (medsos). Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jaba Abdu Aris membenarkan Bahar tengah berceramah di depan massa.

“Kemarin jemaahnya menunggu dia di rumah, kedatangan dia dari lapas. Keluar lapas karena asimilasi, pada kesempatan itu mereka bertausiah,” ucap Aris kepada wartawan, Senin (18/5/2020).

Aris menyatakan saat mengetahui ada kegiatan tersebut, pihaknya langsung memerintahkan petugas pembinaan kemasyarakatan untuk menghubungi Bahar. Petugas diminta mengingatkan agar Bahar tak mengumpulkan massa di tengah pandemi COVID-19.

“Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan COVID-19 saat masa PSBB, jadi nggak boleh mengumpulkan massa yang banyak. Walaupun itu kan beliau masih dalam pengawasan petugas pemasyarakatan. Itu yang diingatkan kembali ke yang bersangkutan,” kata Aris.

Disinggung soal ada tidaknya pelanggaran dalam kejadian pengumpulan massa itu, Aris mengatakan hal itu dianggap melanggar asimilasi. Namun pihaknya mengingatkan agar kejadian tak terulang terlebih saat PSBB.

“Ya melanggar khusus secara administratif, karena PSBB kan nggak boleh mengumpulkan masa. Kita mengingatkan supaya tidak diulang lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith bebas dari Lapas Pondok Rajeg. Bahar mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Bahar bebas dari Pondok Rajeg sore ini, Sabtu (16/5/2020). Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris membenarkan soal bebasnya Bahar.

Majelis hakim sendiri memvonis Bahar hukuman 3 tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Bogor yang menuntut 6 tahun penjara. dtc

BERITA TERKAIT : Kuasa Hukum Bantah Habib Bahar Bebas Lewat Progam Asimilasi : “Sudah Jalan 2/3 Masa Tahanan dan Bayar Denda Rp 50 Juta”

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan