”The ”The

Jakarta, Kaltimampunku.com – Kuasa hukum Habib Bahar Bin Smith, Ichwan Tuankotta menyebut, dirinya dan phak keluarga tak diberikan informasi oleh Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), perihal pemindahan pimpinan Majelis Pembela Rasulullah itu ke Lapas Nusakambangan.

“Pemindahan Habib Bahar tidak pernah diberitahukan ke kuasa hukum. Begitu juga keluarganya. Jelas ini tindakan sewenang-wenang dan zalim,” kata Ichwan , Kamis (21/5/2020).

Di samping itu, setelah Habib Bahar dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Ichan mengaku tak mengetahui kondisi sang klien. Dia khawatir keselamatan Habib Bahar terancam.

“Belum tahu (kondisi Habib Bahar) yang jelas keselamatan beliau terancam,” tutur Ichwan.

”Tidak ada pemberitahuan ke kami maupun keluarga Habib Bahar,” ucap pengacara Habib Bahar, Azis Yanuar, kepada Kantor Berita Politik rmol, Rabu (20/5).

Azis mengatakan, tekanan terhadap kliennya dinilai sangat berlebihan dan subjektif. Bahkan dinilai sudah dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan menjadi alat untuk mengalihkan isu.

Menurut Azis, massa pendukung atau simpatisan Habib Bahar yang melakukan aksi di depan Lapas Gunung Sindur kemarin dinilai hanya ingin dipahami dan didengar aspirasinya.



“Sebenarnya sederhana kok, mereka hanya ingin Habib Bahar dapat perlakuan baik yang dibuktikan dengan dapat dilihat sejenak oleh keluarga dan pengacara, sederhana butuh hanya 2 menit pagi kemarin. Saya jamin tidak akan ada massa datang melakukan aksi lagi. Apalagi itu kan hak seseorang untuk didampingi kuasa hukum dan mendapat perlakuan baik meski selama di tahanan,” jelas Azis.

Namun, kata Azis, pihak Lapas Gunung Sindur malah menolak pihak keluarga dan pengacara untuk menjenguk Habib Bahar.

Karena aksi itu lalu Habib Bahar dipindah ke Nusakambangan dengan alasan massa pendukungnya meresahkan. Ini konyol, karena sebab dari mereka akibat ditanggung oleh Habib Bahar. Sangat konyol, arogan, dan menunjukkan mental tiran dan mental ‘sultan’ antikritik. Bukan sebaliknya mental melayani dan pengayoman sebagaimana slogannya dan buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia, pengayom hanya pemanis dan slogan belaka,” pungkas Azis. (okezone/rmol)

”The ”The

Tinggalkan Balasan