Samarinda, Kaltimampunku.com – Ternyata Pemerintah Kota (pemkot) Samarinda masih belum menerapkan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Jika uji coba fase pertama 15 hari ke depan gagal dijalankan, bisa saja Pemkot Samarinda kembali akan memberlakukan kepada warganya untuk beraktivitas kembali di rumah saja.

” Perlu saya ingatkan kembali, kalau Samarinda baru masuk fase relaksasi jadi bukan new normal, jadi banyak tahapan yang harus kita lalui dan terus dievaluasi sebelum masuk ke fase new normal,” kata Walikota Samarinda H Syaharie Jaang, yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat rapat di teras Rumah Dinas Walikota Samarinda, Ahad malam (31/5).

Oleh itu lanjut Walikota, kuncinya relaksasi fase pertama ini adalah kedisiplinan warga untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam melakukan aktivitas di luar rumah.

Seperti diketahui, mulai 1 Juni Samarinda mulai melakukan fase relaksasi tahap pertama pengendalian covid-19 di Kota Samarinda untuk mendukung keberlangsungan usaha, dengan memperhatikan standar dan protokol kesehatan . . Efektif berlaku mulai 1 Juni. Pada fase relaksasi tahap pertama pengendalian covid-19 di Kota Samarinda untuk mndukung keberlangsungan usaha, dengan memperhatikan standar dan protokol kesehatan .

Surat Edaran Nomor 360/003/300.07 tentang Fase Relaksasi tahap Pertama Pengendalian covid-19 di Samarinda sudah ditanda tangani Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang tangal 28 Mei 2020, yang berlaku efektif 1 Juni 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut suai dengan kebutuhan.

Surat edaran Walikota Samarinda tersebut memperhatikan dari keputusan dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor nomor HK.02.01/MENKES/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam mendukung keberlangsungan usaha. Selain itu surat dari Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Nomor:443/2197/100.02 tanggal 26 Mei 2020 yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Samarinda/Walikota Samarinda.

Dalam surat edarannya, walikota pada tahap pertama ini yaitu :

  1. OPD pelayanan publik dapat dibuka kembali, dengan memperhatikan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan dan seluruh ASN dan warga wajib memakai masker.
  2.  Tidak melakukan kegiatan pertemuan yang melibatkan lebih dari 20 orang dalam satu ruangan tertutup dan 40 orang dalam ruangan terbuka, dengan seluruh peserta memakai masker.
  3. Tempat peribadatan dapat kembali dibuka dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib memakai masker di setiap kegiatan peribadatan.
  4. tempat-tempat umum dan taman, tempat-tempat hiburan, tempat perbelanjaan, rumah makan, dan pasar malam dapat dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama dan wajib menggunakan masker di setiap kegiatan.

Sumber diskominfo Samarinda/Ahmad Haidir/Doni/ Foto : Ahmad Haidir

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan