Fakta Baru Kasus Pemerkosaan hingga Tewas, Korban Tak Minta Uang & Pil Excimer

Korban Diperkosa 18 Kali

Pada tanggal 10 Mei 2020, pelaku berjumlah 8 orang, lalu pada 18 Mei 2020 pelaku yang sama berjumlah 7 orang.

Tanggerang Selatan, Kaltimampunku.com -Para pemerkosa sepertinya berbohong kepada aparat kepolisian. Pihak kepolisian akhirnya meralat hasil penyelidikan yang menyebut korban pemerkosaan berinisial OR (16) memasang tarif Rp100 ribu kepada masing-masing pelaku sebelum disetubuhi.

Sebelum meninggal dunia pada Kamis 11 Juni 2020 lalu, OR menderita sakit akibat syok berat dicekoki pil excimer dan digilir oleh 8 pelaku. Kejadian nahas itu terjadi di salah satu rumah pelaku di daerah Cihuni, Pagedangan, Tangerang, pada 18 Mei 2020 silam.

Sehari setelah korban dimakamkan, polisi pun bergegas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 4 pelaku pada Jumat 12 Juni 2020. Mereka masing-masing FF alias Cedem, SU, D, dan AN dan ketika itu pelaku lainnya sudah ditangkap namun kini sisa satu yang buron.

Ketika itu disampaikan Kapolsek Pagedangan AKP Efri bahwa berdasarkan keterangan para perlaku, korban bersepakat melakukan tindak persetubuhan bergilir dengan syarat tiap pelaku membayar Rp100 ribu. Kemudian disebutkan pula, jika korbanlah yang meminta dicarikan pil excimer untuk dikonsumsi sebelum persetubuhan.

Namun kini kini fakta baru terungkap setelah polisi melakukan pengembangan kasus, Efri menjelaskan, berdasarkan penyelidikan mendalam disimpulkan bahwa tak ada permintaan dari korban terhadap pelaku soal tarif. Keterangan tersebut diketahui setelah petugas menguji antara keterangan satu pelaku dengan pelaku lainnya.

“Kalau bayaran itu ternyata tidak ada. Setelah kami melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka berinisial D, itu kita dalami, kemudian kita konfrontir, ternyata tidak ada yang namanya bayaran dari pelaku atau para tersangka ini, tidak ada,” ungkap Efri usai pembongkaran makam korban OR di Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (17/6/2020).

Tak hanya itu, polisi juga meralat keterangan yang disampaikan sebelumnya bahwa korban OR lah yang meminta dicarikan pil excimer kepada para pelaku. “Nggak, jadi itu tidak dipaksakan. Tapi memang diberikan kepada korban. Bukan korban yang membawa, tapi dari para pelaku yang memberikan kepada korban. diminumkan kepada korban,” ucap Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Muharam Wibisono Adipradono, menambahkan.

Hingga kini diketahui total terdapat delapan delapan tersangka pemerkosa namun baru ditangkap 6 orang. Kemudian ada juga diamankan satu tersangka yang bertindak sebagai mediator, bukan pemerkosa. Dengan demikian total tersangka dalam kasus ini sembilan orang.

Lebih lanjut berdasarkan penyelidikan polisi diketahui, pemerrkosaan bergilir itu telah terjadi selama dua kali, yakni pada tanggal 10 dan 18 Mei 2020.

Pada tanggal 10 Mei 2020, pelaku berjumlah 8 orang, lalu pada 18 Mei 2020 pelaku yang sama berjumlah 7 orang.

OR sendiri hidup dalam keprihatinan. Selama ini dia tinggal menumpang di kontrakan petak yang ditempati oleh nenek, paman dan bibinya. Ibunya telah lama meninggal dunia. Sedangkan sang ayah telah menikah lagi dan tinggal tak jauh dari kontrakan OR.

BACA JUGA : Cerita Ketua RT Tentang Korban Meninggal di Serpong yang Diperkosa 8 Pria

OZ

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan