Tersangka AW dan ES saat digelandang di Mapolres Ponorogo. [Foto Endra Dwiono/beritajatim]

Ponorogo , Kaltimampunku.com – Belum kering dari ingatan tentang tindak pidana pencabulan AS. Laki-laki yang sehari-harinya menjadi tukang warung itu melakukan pencabulan terhadap 7 anak laki-laki usia SMP. Kini Ponorogo dihebohkan lagi dengan kasus persetubuhan terhadap perempuan yang masih di bawah umur. TKP-nya di hutan masuk Desa/Kecamatan Badegan, Ponorogo.

“Kami berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak dibawah umur, Bunga (nama samaran) yang masih berumur 17 tahun menjadi korban persetubuhan mantan pacar inisial AW dan sepupu AW berinisial ES,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis, dilansir dari beritajatim.com, Sabtu (20/6/2020).

Kasus itu terungkap salah satu warga memergoki para tersangka dan korban melakukan persetubuhan di hutan Badegan. Sontak para tersangka dan korban lari dengan meninggalkan dua sepeda motor dan handphone. “Kemudian warga melaporkannya kepada polisi,” kata Lulusan Akpol tahun 2002 itu.

Berbekal barang bukti yang ada, ternyata diketahui handphone itu milik Bunga. Di hadapan polisi dan orangtuanya, korban menceritakan kronologi kejadian sebelumnya. Dia mengaku sempat diancam oleh AW jika tidak mau melakukan persetubuhan. Akhirnya korban mau disetubuhi bergantian oleh AW dan ES.

“Tersangka mengancam akan mengirimkan screenshot (tangkapan layar) percakapan mereka via WA ke pacar baru korban. Takut diadukan ke pacarnya, akhirnya korban mau melayani nafsu kedua tersangka secara bergantian,” katanya.

Polisi akhirnya menjerat kedua tersangka dengan pasal 82 junto 76E nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Di Ponorogo juga heboh berita pencabulan dukun palsu, yang melakukan sodomo terhadap anak di bawah umur.

Korban Sodomi Dukun AS di Ponorogo Diduga Lebih dari 7 Anak

Korban Sodomi Dukun AS di Ponorogo Diduga Lebih dari 7 Anak

Korban Sodomi Dukun AS di Ponorogo Diduga Lebih dari 7 Anak

Korban sodomi dan pencabulan oleh dukun cabul AS di Ponorogo, Jawa Timur  diduga lebih dari tujuh orang. Saat ini Satuan Reseserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo terus melakukan pengembangan.

“Laporan sementara ada tujuh anak yang pernah disodomi. Namun, dugaan kami masih ada korban lagi. Karena itu, kami mengimbau keluarga maupun warga yang menjadi korban untuk melapor,” kata Kapolres Ponorogo, Muhammad Aziz, dilansir dari Inews.id Sabtu (20/6/2020).

Aziz mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan para saksi, termasuk keluarga korban. Pendalaman ini untuk mengungkap kemungkinan fakta lain dari kasus pencabulan anak sesama jenis ini.

Kasus sodomi dan pencabulan anak ini dilakukan pelaku dengan modus perdukunan. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penjual makanan angkringan, mengaku sebagaki dukun yang bisa menyembuhkan dan melakukan ruwatan.

Untuk meyakinkan para korban, pelaku menunjukkan jimat. Mereka selanjutnya diajak ke rumah korban untuk ritual penyembuhan. Saat proses ritual inilah korban dicabuli.

“Semua korbannya anak-anak, usia SD dan SMP,” ujarnya.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya dengan alasan memang tertarik dengan anak-anak. Selain itu, pelaku juga mengaku pernah menjadi korban pencabulan saat masih kecil.

“Karenanya saya berpura-pura jadi dukun. Saya bohongi korban dengan buluh perindu,” katanya

Diketahui, seorang laki-laki yang mengaku sebagai dukun di Ponorogo, Jatim menyodomi tujuh bocah laki-laki. Pelaku berinisial AS diringkus polisi setelah salah satu orang tua korban melapor ke aparat berwajib.

Iyan Kandangan/beritajatim/ inews.id

BACA JUGA :

Kenal di Facebook, Ibu Rumah Tangga di Manggarai Dicabuli, Foto Bugilnya Kemudian Disebarkan

Kepergok Hendak Cabuli Emak-emak, Pria di Banda Aceh Kabur Telanjang

17 Murid SD di Bandung Dicabuli Penjaga Warung, Sejak 2017

Modus Tes Keperawanan, Bapak di Sumsel Perkosa Anak Hingga Hamil

Tergoda Dengan Burung Pemulung, Bu Guru Nekat Berbuat Mesum di Malam Takbiran

 

 

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan