Wilayah Kaltim Puncak Gerhana Matahari Cincin terjadi pada pukul 16.26 WITA

Gerhana Matahari Cincin (Foto: Antara)

Kaltimampunku.com Fenomena gerhana matahari cincin diprediksi akan terjadi pada Minggu (21/6/2020) besok. Meski bukan termasuk wilayah lintasan, tapi beberapa daerah di Indonesia akan mengalami gerhana matahari sebagian. Termasuk Kaltim. Semua kota di Kalimantan Timur puncak gerhana terjadi pada pukul 16.26 WITA

Berdasarkan keterangan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) di situs resminya, 14 Juni 2020, lintasan gerhana matahari cincin hanya akan melewati negara-negara tertentu, seperti Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah, Sudan, Ethiopia, Eritrea, Yaman, Arab Saudi, Oman, Pakistan, India, Tiongkok, hingga Taiwan. Indonesia akan mendapatkan porsi gerhana matahari yang tidak besar, yang hanya bisa diamati di wilayah Indonesia yang berada paling utara

Rinciannya, di Aceh gerhana hanya 10% mulai pukul 13.23 WIB, Sumatera Utara (gerhana 7% mulai pukul 13.47 WIB), Riau (gerhana 5% mulai pukul 14.01 WIB), Sumatera Barat (gerhana 3% mulai pukul 14.10 WIB), Jambi (gerhana 3% mulai pukul 14.20 WIB), Bangka Belitung (gerhana 3% mulai pukul 14.28 WIB), dan Sumatera Selatan (gerhana 1% mulai pukul 14.33 WIB).

Atas fenomena itu, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat No.01/MLM/I.1/E/2020 tentang Salat Gerhana Matahari Cincin. Maklumat yang ditandatangani Ketua, Syamsul Anwar dan Sekretaris, Muhammad Mas’udi ini mempertimbangkan Surat Edaran PP Muhammadiyah No 05/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntutan dan Panduan Menghadapi Pandemi dan Dampak Covid-19

Berikut ini empat poin Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah terkait salat gerhana matahari cincin yang diterbitkan Jumat (19/6/2020):

1. Salat gerhana dilaksanakan secara berjamaah di rumah masing-masing
2. Salat dan khutbah dikerjakan sebatas kemampuan
3. Informasi daerah/kota yang terlintasi gerhana dan dapat mengadakan salat tercantum dalam lampiran
4. Pengamatan gerhana dilaksanakan secara terbatas, tidak mengumpulkan massa dalam jumlah banyak dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maupun Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).

Daftar Wilayah di Indonesia yang Bisa Mengamati Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 Besok

Fenomena alam gerhana matahari cincin diperkirakan akan terjadi pada Minggu (21/6/2020) besok.

Gerhana matahari cincin adalah fenomena alam dimana terhalangnya sinar matahari oleh bulan.

Peristiwa ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan.

Fenomena gerhana matahari ini hanya terjadi saat fase bulan baru, dan bisa diprediksi kapan terjadinya.

Gerhana matahari cincin terjadi saat bulan berada tepat di tengah-tengah matahari dan bumi, tetapi ukuran bulan tampak lebih kecil dibandingkan dengan matahari.

Hasilnya, matahari akan tertutup di bagian tengah dan terlihat seperti cincin yang mengelilingi bulan.

Pada gerhana matahari cincin 21 Juni nanti, di Indonesia bisa diamati sebagai gerhana matahari sebagian.

Meski demikian, tidak semua wilayah Indonesia bisa menyaksikannya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gerhana ini akan melewati 432 pusar kota dan kabupaten di 31 provinsi.

Sisanya, sebanyak 32 kota dan 3 provinsi tidak dapat menyaksikan gerhana matahari ini.

Daerah yang dilewati gerhana matahari cincin, Minggu (21/6/2020). (Twitter/@humas_BMKG)

Hal ini disebabkan oleh nilai magnitudo gerhana kurang dari 0.

Kota yang waktu mulai gerhana paling awal adalah di Sabang, Aceh yaitu sekitar pukul 13.16.

Sedangkan yang watu mulainya paling akhir adalah Kepanjen, Jawa TImur, yaitu sekitar pukul 15.19.

Berikut adalah daftar wilayah di Indonesia yang akan dilewati gerhana matahari cincin sebagai gerhana matahari sebagian, seperti dilansir dari BMKG:

1. Semua kota di Aceh, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.40 WIB

2. Semua kota di Sumatera Utara, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.48 WIB

3. Semua kota di Sumatera Barat, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.54 WIB

4. Semua kota di Riau, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.57 WIB

5. Bengkulu, kecuali Kota Manna dan Bintuhan, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.59 WIB

6. Semua kota di Jambi, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.00 WIB

7. Semua kota di Kep Riau, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.06 WIB

8. Semua kota di Sumatera Selatan, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.04 WIB

9. Lampung, kecuali Bandar Lampung, Krui, Liwa, Kotaagung, Pringsewu, Gedong Tataan, dan Kalianda, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.07 WIB

10. Semua kota di Bangka Belitung, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.10 WIB

11. Jawa Barat, hanya Indramayu, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.14.07,8 WIB

12. Jawa Tengah, kecuali Cilacap, Brebes, Slawi, Tegal, Purwokerto, Purbalingga, Pemalang, Kajen, Kebumen

Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Magelang, Mungkid, Salatiga, Klaten

Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar

Puncak gerhana terjadi pada pukul 15.18 WIB

13. Jawa Timur, kecuali Pacitan, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Kanigoro

Puncak gerhana terjadi pada pukul 15.21 WIB

14. Semua kota di Kalimantan Barat, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.17 WIB

15. Semua kota di Kalimantan Tengah, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.22 WIB

16. Semua kota di Kalimantan Selatan, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.25 WITA

17. Semua kota di Kalimantan Timur, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.26 WITA

18. Semua kota di Kalimantan Utara, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.25 WITA

19. Semua kota di Bali, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.24 WITA

20. Semua kota di Nusa Tenggara Barat, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.27 WITA

21. Semua kota di Nusa Tenggara Timur, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.27 WITA

22. Semua kota di Sulawesi Barat, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.29 WITA

23. Semua kota di Sulawesi Selatan, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.30 WITA

24. Semua kota di Sulawesi Tengah, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.30 WITA

25. Semua kota di Sulawesi Tenggara, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.32 WITA

26. Semua kota di Gorontalo, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.31 WITA

27. Semua kota di Sulawesi Utara, puncak gerhana terjadi pada pukul 16.32 WITA

28. Semua kota di Maluku, puncak gerhana terjadi pada pukul 17.35 WIT

29. Semua kota di Maluku Utara, puncak gerhana terjadi pada pukul 17.34 WIT

30. Semua kota di Papua, puncak gerhana terjadi pada pukul 17.37 WIT

31. Semua kota di Papua Barat, puncak gerhana terjadi pada pukul 17.36 WIT

Di 2020, Diprediksi Fenomena Gerhana Terjadi 6 Kali di 2020

Gambar Supermoon saat selama gerhana bulan total pada hari Minggu, 27 September 2015 (Foto: NASA)

Kaltimampunku.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ada enam fenomena gerhana selama 2020. Enam fenomena itu terdiri atas empat kali Gerhana Bulan dan dua kali Matahari.

Gerhana berlangsung sejak Januari hingga Desember. Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan gerhana yang terdekat akan terjadi pada 21 Juni yakni Gerhana Matahari Cincin.

Namun di wilayah Indonesia, Gerhana Matahari Cincin tidak dapat diamati hanya sebagian saja. “Gerhana Matahari Cincin (GMC) 21 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia berupa Gerhana Matahari Sebagian, kecuali di sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan,” katanya kepada Okezone.

Hary melanjutkan, setelah Gerhana Matahari Cincin yang hanya dapat disaksikan di beberapa negara yakni sebagian negara di Afrika, Arab Saudi, China dan India, pada tanggal 5 Juli akan terjadi Gerhana Bulan Penumbra.

Kendati demikian, Gerhana Bulan Penumbra tidak dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Pada 20 November, Gerhana Bulan Penumbra kembali terjadi. Kali ini, fenomena Gerhana Bulan Penumbra dapat disaksikan di wilayah Indonesia bagian barat. “Dapat diamati menjelang gerhana berakhir,” ujarnya.

Terakhir, Hary menuturkan pada tanggal 14 Desember akan terjadi Gerhana Matahari Total. Gerhana ini sama sekali tidak dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Supaya Lebih jelas, berikut ini enam fenomena gerhana yang terjadi di 2020:

1. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Januari 2020 yang dapat diamati di Indonesia

2. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 6 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia

3. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 21 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia berupa

Gerhana Matahari Sebagian, kecuali di sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan.

4. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 5 Juli 2020 yang tidak dapat diamati di Indonesia

5. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 20 November 2020 yang dapat diamati di wilayah Indonesia

bagian Barat menjelang gerhana berakhir.

6. Gerhana Matahari Total (GMT) 14 Desember 2020 yang tidak dapat diamati di Indonesia.

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan