Sang pangeran dari Banjar ini menyatakan berdiri di belakang Sukarno-Hatta. Oleh Martin Sitompul  Pangeran Mohammad Noor (tengah) bersama Bung Hatta. (jejakrekam.com). PRESIDEN Joko Widodo telah meresmikan pahlawan nasional tahun ini. Berdasarkan Keputusan Presiden tanggal 6 November 2008, gelar itu disematka kepada enam tokoh. Nama-nama baru ini menabalkan  jumlah Pahlawan Nasional mencapaiContinue Reading

  KALTIM AMPUNKU – Bangunan klenteng Toa Pek Kong, saksi gelombang awal Komunitas Tionghoa di Kota Tarakan Keberagaman di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, nyaris serupa dengan wilayah perkotaan lainnya di Indonesia. Berbagai kelompok suku, agama dan ras hidup berbaur di Bumi Panguntan, sebutan Kota Tarakan. Dulunya Tarakan sebagai sebuah wilayah kepulauan yang terpisah dari pulau besar Kalimantan, adalah basis pertahanan militer Kolonial Belanda pada masa perang dunia kedua. BahkanContinue Reading

  Pada setiap 23 Oktober, Pontianak merayakan hari jadinya. Ibu kota provinsi Kalimantan Barat, ini akan berusia ke-249 tahun. di tahun 2020  ini.  Meskipun tergolong sebagai kota yang tidak muda, tetapi belum banyak orang yang mengetahui asal-usul kota ini. Bahkan, berbagai sumber pun seringkali memaparkan latar belakang yang cukup berbeda.Continue Reading

Kaltimampunku.com Penjajahan Belanda dan Jepang yang menyiksa membuat rakyat Indonesia bangkit semangat berjuangnya dan melawan kelaliman para penjajah tersebut untuk merdeka dan memiliki tanah air sendiri. Banjarmasin yang terletak di propinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu kota yang memiliki peranan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Banyak pejuang yang berasal dariContinue Reading

PENDAHULUAN Di Pedalaman Borneo. Perjalanan dari Pontianak ke Samarinda 1894 , oleh Dr. Anton W. Nieuwenhuis, penyingkatan teks oleh Drs. Jan B. Avé, diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Ny. T. Slamet dan Ny. P. G. Katoppo, kata pengantar oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & Borneo Research Council,Continue Reading

Tato Dayak Ma’anyan, Antara Ada dan Tiada?! “Tato tidak dipraktekkan” (Het tatoeëren is niet in gebruik):  Letnan C. Bangert, (Bangert, 1857 dalam Indische Taal Land-en Volkenkunde (IX) 1860: 152-153). Munculnya gairah pencarian atas kemungkinan adanya tato Dayak Ma’anyan merupakan akibat semangat kedaerahan dan persatuan Dayak di Kalimantan. Generalisasi Dayak, termasuk Ma’anyan yang “dipukul rata” berartiContinue Reading