KH. Abul Hasan adalah Penghulu Ketiga Zaman Hindia Belanda dan Wafat di Mekkah Kaltimampunku.com – BAGI warga Samarinda khususnya, pasti kenal jalan KH. Abul Hasan, yang berada di pusat kota. Namun sedikit sekali yang tahu, siapa sih KH Abul Hasan itu? Kiai Abul Hasan itu dulunya lama menetap di Samarinda.Continue Reading

SUMBER tulisan ini dari buku berjudul H.A Moeis Hassan, Ikut mengukir Sejarah. penerbit Yayasan Bina Ruhui Rahayu Jakarta, 1994. Isi buku 265 halaman ini ditulis H.A Moeis Hasan (sebagian merupakan hasil penuturan kepada H. Eddy Yurnaidi, wartawan majalah “Amanah”). Ada beberapa tokoh nasional dan daerah yang memberikan sambutan dalam bukuContinue Reading

Misi Penjelajah Norwegia Mencari Ras Manusia Berekor di Kalimantan Kaltimampunku.com— Sultan Pasir marah besar. Ini surat kedua yang datang kepadanya. Pertama surat dari Kerajaan Kutai, yang diantar seorang abdi kepercayaan Sultan bernama Tjiropon. Lalu, beberapa bulan kemudian ada lagi surat dari Banjarmasin. Intinya dari dua surat itu : meminta SultanContinue Reading

Carl Alfred Bock, Misi Penjelajahan Etnografi dan Sejarah Alam di Kalimantan Baca Juga : Vierkante Paal Samarinda yang Luasnya-Cuma 1 pal di zaman Hindia Belanda   “Pada Minggu, 20 Juli 1879, saya memulai perjalanan dari Samarinda dengan dua perahu ke Tangaroeng [Tenggarong],” ungkap seorang lelaki muda di buku catatannya, “jaraknyaContinue Reading

PENULIS senior Kaltim Oemar Dachlan pernah menuliskan tentang catatan H.O.K Tanzil yang dimuat di Intisari. H.O.K Tanzil yang memuji-muji Kota Samarinda. Prof DR dr Tan Thiam Hok atau Haris Otto Kamil Tanzil atau H.O.K Tanzil adalah satu satunya orang Indonesia yang paling banyak mengunjungi negara-negara di dunia. Tanzil ditemani istrinya,Continue Reading

KALTIM Ampunku.com PENGANTAR TULISAN : Ini tulisan H Oemar Dachlan di Minggu Ketiga Februari 1985. Walaupun periode jabatan Gubernur terus berganti hingga sekarang, 2019, namun tulisan ini masih asik untuk dibaca, dengan membayangkan sedang membaca di tahun 1985.             Kalimantan Timur sebagai Daerah Tk.I atau propinsi dalam tahun 1959 pernahContinue Reading

KALTIM Ampunku.com             Kiranya tidak berlebihan, kalau Kota Samarinda dan Kaltim umumnya mendapat satu kehormatan besar atas pengembara (meski secara sepintas) oleh seorang penulis dalam majalah bulanan INTISARI, majalah Indonesia yang paling luas peredarannya itu. Penulisan pun bukan orang sembarangan. Meski warga negara Indonesia sendiri, ia sudah sering beeeerkelana keContinue Reading

KALTIM Ampunku.com (Catatan tercecer sekitar H.M. Kadrie Oening)             Bagi pembaca yang munyak (kalau memang ada) membaca uraian tentang H.M. Kadrie Oening, yang pada 6 Juni 1989 lalu telah memenuhi panggilan Tuhan kembali kehadirat-nya, harap lewatkan saja tulisan ini. Itupun kalau,”Manuntung” masih bersedia menyediakan halamannya untuk membuat apa yang sayaContinue Reading

KALTIM Ampunku.com             Sejak 21 Januari 1988 lalu, oleh Pemerintah Daerah Tk II Samarinda, Ibukota Provinsi Kalimantan Timur ini“diproklamirkan” sebagai Kota Tepian. Tanggal 21 Januari adalah tanggal – bulan mulai terbentuknya Kotamadya (waktu itu masih disebut sebagai Kota Praja) pada tahun 1960, berdasarkan Undang-Undang No. 27 tahun 1969 yang jugaContinue Reading

KALTIM Ampunku.com DENGAN terjadinya kebakaran yang memusnahkan 2 tempat hiburan dalam komplek Pinang Babaris, jalan Niaga Timur Samarinda baru-baru ini, — timbul lagi pertanyaan dari mana asalnya nama “Pinang Bebaris” tersebut. Pertanyaan ini kiranya tidak akan timbul, kalau misalnya di pinggir jalan tempat berdirinya kompleks kumuh yang bagian (lantai) atasnyaContinue Reading

KALTIM Ampunku.com            Pada hari selasa 6 Juni lalu, sekitar jam 6:30 pagi telah berpulang ke Rahmatullah dalam usia 66 tahun, H.M. Kadrie Oening. Inna lillahi wa-inna ilaihi roji’un. Berpulangnya di RSU A. Wahab Sjaharanie, sesudah selama beberapa hari dirawat di ruang ICCU.             Bagi warga Kotamadya Samarinda, bahkan Kaltim padaContinue Reading

KALTIM Ampunku.com             SEBELUM saya melanjutkan uraian ini, lebih dulu perlu dijelaskan, bahwa H.M Kadrie Oening mengakhiri masa jabatannya yang kedua sebagai walikota Samarinda, bukan dalam tahun 1979, sebagaimana diterangkan dalam tulisan terdahulu, melainkan pada bulan Februari tahun 1980. Dengan demikian, seluruhnya 12 tahun 3 bulan lamanya (sejak November 1967)Continue Reading

Kesultanan Kutai atau lebih lengkap disebut Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapura) merupakan kesultanan bercorak Islam yang berdiri pada tahun 1300 oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti di Kutai Lama dan berakhir pada 1960. Kemudian pada tahun 2001 kembali eksis di Kalimantan Timur setelah dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten KutaiContinue Reading

MASUKNYA Pemerintah Hindia Belanda ditandai dengan penguasaan terhadap lebih kurang 1 paal persegi kota Samarinda dengan dikukuhkannya wilayah ini sebagai Rechtsreeks gouverment berstuugebeid atau vierkante paal gebid sejak tahun 1846 yang secara langsung berada di bawah kekuasaan Gubernemen. Dari catatan seorang pelancong kelahiran Kopenhagen, Denmark dan berkewarganegaraan Norwegia, bernama CarlContinue Reading