PENULIS Sejarah Tempo Doeloe

Kaltim Ampunku, di halaman Kaltim Tempo Doeloe-Catatan Bahari berisikan tulisan-tulisan tentang peristiwa Kaltim di masa lampau, yang  ditulis oleh para penulis senior, yang merekam zaman di masanya.Tulisan-tulisan yang  tak pernah basi dan masih layak dibaca  di era sekarang, Tulisan-tulisan itu memberikan gambaran kepada pembaca tentang berbagai hal di waktu dan masa ketika itu. Tulisan-tulisan ini berkaitan dengan Kaltim,  yang tak hanya ditulis penulis Kaltim, tapi juga penulis-penulis nasional seperti H.O.K. Tanzil.

Dari sejumlah buku sejarah yang ada di Kaltim,  di awali dengan penulis-penulis  “asli” ;  mereka melakukan penelitian, mengumpuli data-data, membuka banyak arsip-arsip, yang kemudian dijadikan buku.  Ada banyak nama. Umumnya, selain penulis, mereka juga bagian dari pelaku. Atau paling tidak hidup “cukup umur”  di masa sejarah tersebut.  Sebutlah mislanya,  penulisan buku Sejarah pergerakan Kebangsaan dan Revolusi Kemerdekaan Rakyat Samarinda. Buku yang diterbitkan tahun 1995 itu ditulis tim. Ada Farid Wajdi, Imam Safe’i, Agus Suprpto, Baequni dan Rudiannoor.  Lalu ada juga H Dachlan Sjahrani,  mantan Ketua Bappeda Kaltim, mantan anggota DPRD Kaltim yang rajin mengumpulkan data dan menulis. Penulis senior lainnya, yang juga pelaku bagian sejarah HM Djunaid Sanusi dan masih banyak nama lagi.


H. Oemar Dachlan

Selain sebagai penulis dan wartawan H Oemar Dachlan juga bekerja sebagai Pegawai negeri Sipil (PNS) wartawan. Oemar Dachlan tercatat sebagai PNS sejak tanggal 1 Desember 1951 di Kantor Residen Kalimantan Timur. Tahun 1957, kemudian ditingkatnya menjadi Kantor Gubernur Daerah Tingkat 1 Kalimantan Timur. Oemar Dachlan pensiun sebagai PNS 1 Desember 1970.

Namun jauh sebelum menjadi PNS,  Oemar Dachlan sudah aktif menjadi reporter dan wartawan sejak tahun 1930, di masa penjajahan Belanda. Pasca proklamasi kemerdekaan, Oemar Dachlan kelahiran 12 Desember 1913 ini pernah menjadi pemimpin redaksi  surat kabar Masjarakat Baru di Samarinda  sejak Agustus 1946 hingga Agustus 1951. Kalimantan Timur secara de facto masih berada di bawah kekuasaan Belanda sampai akhir tahun 1949.

Setelah pensiun dari PNS, Oemar Dachlan kembali aktif di bidang jurnalistik. Selain aktif  menulis di koran-koran lokal di Kalimantan Timur, Oemar Dachlan juga menjadi  koresponden dan wartawan berbagai surat kabar dan majalah di luar Kaltim, terutama yang terbit di Jakarta.

Omear Dachlan mulai tidak lagi  menulis ketika umur hampir mencapai 90 tahun atau sekitar umur 88 tahun., memasuki tahun 2000.  Di tahun itu,  wartawan dan penulis umumnya sudah menggunakan komputer dan meninggalkan mesin ketik,


H.M. Aini

Drs. H.M Aini SH, MBA. Dilahirkan di Sanga Sanga 1 Mei 1913.  Anak dari H. Anang Irang dan Halimatussa’diah. Aini adalah anak ke 10 dari 12 bersaudara. istri bernama Hj Siti Aminah dengan anak 5 orang.

Mengawali pendidikan di SR 6 tahun, lulus tahun 1951, SGBN 1954, SGAN 1957, sarjana pendidikan 1989, sarjana hukum 1991 dan S2 Ekonomi 1993.

Penglaman PNS ; guru SMEA 1957 – 1962 guru SMPN 1962 – 1965, kepala kantor daerah kebudayaan 1965 -1972, Kepala kantor pembinaan Kesenian Propinsi 1972 – 1975, Kepala Bidang Kesenian 1975 -1989 merangkap Kepala Taman Budaya Propinsi 1978 – 1984, widyaswara 1991 – 2002, dengan pangkat terakhir widyaswara utama dan golongan terakhir Pembina Utama Golongan IV/c.

Pengalaman mengajar/fasilitator/bidang studi/mata pelajaran adiministrasi sejarah, olah raga, PPKn, SMP Kodam IX?Mw, Susbater Dam/Mw, Diklat Pemda Tingkat 1 Kaltim, Manajemen PKT,  manajemen pelayanan masyarakat, pendidikan, profesionalisme guru, Narkoba dan lain-lain.

Diklat yang pernah diikuti : SESPA di Depdikbud 1980, manajemen PKT, P4, kewidyaiswaraan, bimbinga dan konsling tingkat pusat dan TOT tingkat 1 Kaltim, studi banding pendidikan luar sekolah di Malaysia, Thailand dan Singapura 1993.

Menulis di berbagai surat kabar. Khusus di koran harian Suara Kaltim ada sekitar 230 tulisan. Selin itu juga menulis makalah.

Pengalaman di organisasi : PD PGRI tingkat 1 Kaltim, BKKNI Tingkat 1 Kaltim, PD GOBSII Tingkat 1 Kaltim, P4D Tingkt 1 Kaltim, SI Kaltim,  organisasi tinju amatir, pengurus masjid, Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Merah Putih Sanga Sanga, MUI Kaltim, Bazis Kaltim.

Piagam penghargan tanda kehormtan RI : Satya lencana karya Satya Kelas 2, KB Lestari, dari Menteri Tenaga Kerja dan lain-lain.


Burhan Djabir Magenda

Prof Dr Burhan Djabir Magenda MA, lahir di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lebih populer dengan panggilan Burhan Magenda. Dia  adalah Profesor Ilmu Politik  dan Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar PhD dari Cornell University, USA di bidang Pemerintahan Politik: Studi Asia Tenggara dan Perencanaan Wilayah pada tahun 1981.

Ia telah menjadi dosen di Universitas Indonesia sejak 1980. Ia adalah Rektor Universitas Nasional, Jakarta pada tahun 1993 lalu memulai karirnya sebagai anggota parlemen di Dewan Legislatif Indonesia dari 1997 hingga 2004.

Dia mantan jurnalis di beberapa surat kabar,   seperti Harian KAMI Jakarta pada 1966-1974 sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Harian KAMI Jakarta  dan Harian ’45 Jakarta pada 1978-1979 sebagai Pemimpin Redaksi.

 

Selain sebagai dosen dan mantan  jurnalis, Burhan juga mantan seorang politisi. Antara tahun 1992-2004, suami dari Dra Harijanti Hadinoto ini menjadi anggota MPR RI dan DPR RI dari Partai Golkar. Selain itu, juga menjabat sebagai Penasihat Presiden RI untuk masalah Asia-Pasifik pada era pemerintahan Gus Dur.

 

Minat penelitian Prof Burhan D Magenda di antaranya nasionalisme dan resolusi konflik, politik lokal, politik identitas dan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional

 

Tulisannya yang dipublikasi di antaranya;  Kelas Etnis dan Sosial dalam Politik Lokal Indonesia: Studi Kasus Kalimantan Timur, Yogyakarta: LKIS, 2009 dan  Kemunduran Aristokrasi Komersial: Kalimantan Timur, Proyek Cornell Modern Indonesia, 1991


Tribuana Said 

Tribuana Said ialah seorang wartawan wartawan. Lahir di Medan pada tanggal 6 Agustus 1940. Ia adalah seorang wartawan yang menjalani pendidikan di Internasionale Institut Fuer Journalismus, Berlin Barat (1972), dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di Michigan Journalism Fellow, University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, USA pada tahun 1973-1974.


Kemudian pada tahun 1979 mengambil diploma Pasca-Sarjana Hubungan Internasional dan Pembangunan, setelah itu mengambil gelar Master Studi Pembangunan (MDS) pada tahun 1981 di Institute of Social Studies, Den Haag, Nederland dan Piagam Khusus Reguler Angkatan XVII dan Anggota Lembaga Pertahanan Nasional tahun 1984 di Jakarta.

Ia memiliki banyak pengalaman kerja, diantaranya mendirikan Mingguan Waspada Teruna (1957), koresponden Waspada, Medan di Eropa Barat yang berkedudukan di London (1958-1964),  Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Waspada Medan , pada tahun 1964-1965 (Waspada diberangus oleh Pemerintah Soekarno pada 23 Maret 1965, dan diterbitkan kembali pada 17 Agustus 1966), wartawan Merdeka, Indonesian Observer, mingguan Topik, Keluarga Jakarta (1966), Pemimpin Redaksi Merdeka Jakarta pada tahun 1975-1979 dan 1995-2000 (Merdeka diberangus oleh Pemerintah Soeharto pada 20 Januari 1978, dan diterbitkan kembali dua minggu kemudian).

Anggota Dewan Pers selama dua periode yaitu tahun 1993-1999, Anggota Badan Sensor Film dalam dua periode yaitu tahun 1984 – 1989, Anggota Dewan Siaran Nasional tahun 1989 – 1991, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia Pusat tahun 1983 – 1988, selanjutnya menjadi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri merangkap Direktur Program Pendidikan PWI tahun 1988 -1998. Pernah juga menjabat Ketua Bidang Manajemen, Serikat Penerbit Suratkabar Pusat tahun 1974-1979, Direktur dan selanjutnya Sekretaris Tetap Konfederasi Wartawan ASEAN tahun 1989 – 1993.

Selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Mingguan Waspada Teruna, Medan tahun 1957 – 1965, pada tahun 1967-1979 sebagai penanggung jawab dan selanjutnya Pemimpin Redaksi The Indonesian Observer Jakarta, Pemimpin Redaksi Majalah Mingguan Berita TOPIK Jakarta tahun 1972 -1979, Wakil Pemimpin Umum Majalah Bulanan Keluarga Jakarta tahun 1981, dan Pemimpin Redaksi, Harian The Indonesia Times, Jakarta tahun 1990 – 1995.

Ia sempat menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum Majalah Triwulan Krakatau Jakarta, Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia Pusat dari tahun 1998 dan Anggota Komite Kebebasan Pers dan Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia sejak tahun 1998.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Lembaga Pers Dr. Soetomo Jakarta sejak September 2002 hingga 20 Oktober 2008.
Tribuana juga menjadi Komisaris Utama PT Harian Waspada, Medan, sekaligus sebagai penerbit Harian Waspada, Medan. Selain itu beberapa jabatan penting disandangnya yaitu Ketua Yayasan Pendidikan Ani Idrus, pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Pembangunan Medan, sejak tahun 1994 menjabat sebagai Direktur National Development Information Office, Jakarta, Komisaris PT Indonesia Raya Audisi, pendiri Indra TV Newsagency, Jakarta

Berbagai aktivitasnya dalam organisasi diantaranya, menjadi Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris (1960), Ketua Badan Pendukung Soekarnoisme, Medan, (1964), Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (1973-1978), Ketua Bidang Management Serikat Penerbit Suratkabar/SPS (1974-1979).


ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: