RAMA DIRA

Rama Dira adalah nama pena dari Muhammad Riharja. Lahir di Mamburungan, Tarakan Kalimantan Timur tahun 1980. Alumnus Jurusan Hubungan Internasonal UGM. Selain menulis dia juga sempat bekerja sebagai abdi negara di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Timur. Cerpennya telah dimuat di berbagai media massa, di antaranya Media Indonesia, Kompas, Republika, Jurnal Nasional, Jawa Pos, Suara Merdeka, Suara Pembaharuan, Majalah Femina, Tabloid Nova, Esquire Indonesia dan lain-lain.

Rama Dira meningggal dibunuh seorang kuli bangunan yang mengamuk karena terganggu jiwanya ketika menuju masjid di Jalan Pelita Samarinda, yang tidak jauh dari kantornya, Selasa, 17 Juli 2018.


AKHMAD ZAILANI

Akhmad Zailani sudah menulis ratusan artikel, cerpen, puisi yang dimuat di surat kabar. Selain wartawan,  juga menulis cerita fiksi bersambung di surat kabar. Kelahiran Samarinda. Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda. Pernah membuat kartun dan dimuat di harian lokal Manuntung dan beberapa surat kabar nasional. Cerpennya juga dimuat di surat kabar Utusan Borneo Sabah. Bersama sastrawan Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura dan Thailand, cerpennya dijadikan cerpen utama dan judul buku dalam Antologi Cerpen Borneo Pilihan Terbaik 2012, Aminah Sjoekoer di Atas Kapal Nederland. (2013). Puisinya juga masuk  dalam antologi penyair 5 negara AEAN,  yaitu  Kitab puisi Suara 5 Negara (Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thailand (2013).

Menulis puisi dan beberapa cerpen anak sejak sekolah dasar. Puisi dan ceritanya pertama kali dimuat di majalah anak Bobo dan Kuncung. Ketika remaja, cerpennya pernah dimuat di majalah Anita Cemerlang, Aneka dan Hai.

Surat Kabar, Tabloid dan Majalah

Sambil kuliah sempat bekerja sebagai wartawan majalah FAKTA Surabaya (1990-1997). Sempat berpindah-pindah sebagai wartawan hingga sempat menjadi redaktur pelaksana Surat Kabar Harian (SKH) daerah di Kaltim  Di antaranya SKH Suara Kaltim (1997-2001)., SKH Poskota Kaltim (2001-2006),  SKH Matahari Kaltim SKH, yang kemudian berubah nama menjadi Matahari Kaltim Times (2001-2006), masih satu grup Surat Kabar Harian Poskota Kaltim. Di sela-sela kegiatan sebagai wartawan harian,  juga membuat  tabloid dan majalah. Sejak tahun 2001- 2010, mengelola media sendiri  tabloid Habar Samarinda Baru bekerja sama dengan bagian Humas Pemerintah Kota Samarinda . Wartawan senior Kaltim H Oemar Dachlan sempat membantu menyumbangkan artikel untuk tabloid Habar Samarinda. Selain Habar Samarinda Baru, dia juga sempat membuat majalah Metro,  terbit bulanan dan hanya sempat bertahan 5 tahun. Lalu Tabloid Info, kerjasama dengan Dinas pendapatan Daerah Kota Samarinda. Tabloid lainnya, yaitu tabloid keagamaan tabloid Qalam dan tabloid Qolbu, sempat menerbitkan tabloid Suara Rakyat dan beberapa tabloid lainnya.  Tabloid dan majalah dibuat atas dukungan H Achmad Amins, yang menjabat Walikota selama dua periode  (2000-2005 dan 2005 – 2010).

Perkembangan media, khususnya di Samarinda mulai menurun saat H Syaharie Jaang menjabat sebagai Walikota Samarinda. Wakilnya H Nusyirwan Ismail juga kurang membantu media-media lokal, terutama media media kecil.

Di masa kepemimpinan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail, tabloid Habar Samarinda tidak terbit lagi. Tabloid Habar Samarinda tidak diperjual belikan. Dicetak bertahap sebanyak 5000 ekseplar setiap edisi. Dibagikan gratis ke kelurahan-kelurahan dan ketua Rukun Tetangga (RT). Habar Samarinda “seperti dimatikan” setelah bagian Humas Pemkot Samarinda mengelola dana sendiri dengan menerbitkan tabloid baru Habar Tepian di akhir jabatan periode ke Achmad Amins.

Setelah tabloid Habar Samarinda “benar-benar mati”,  selanjutnya di tahun berikutnya Habar Tepian yang dikelola Humas Pemkot Samarinda dan  terbit di awal masa Syaharie Jaang  tidak terbit lagi.

Padahal Akhmad Zailani, yang menjadi pemimpin umum/redaksi Habar Samarinda juga aktif membantu di tim sukses atau sebagai Ketua Media Center pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail saat Pilkada 2010-2015.

Di periode ke 2 Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail, Akhmad Zailani juga masih membantu. Habar Samarinda, dalam bentuk majalah kembali diterbitkan. Dicetak bertahap sebanyak 2000 ekseplar di edisi pertama.  Dibagikan gratis ke masyarakat di pinggiran kota Samarinda, terutama di wilayah kelurahan Sindang Sari, Pulau Atas, Makroman, lempake, Bantuan, Bukuan, Handil Bakti, Simpang Pasir,  Bayur, Air Putih, Loa Buah, Loa Bakung, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir).

Sempat dua kali terbit (edisi ke 2 majalah dicetak 1000 eksemplar) dan dibagikan gratis semasa kampanye pemilihan walikota Samarinda. Namun karena diterbitkan atas dana sendiri dan tidak mendapat bantuan dana, akhirnya majalah Habar Samarinda Baru tidak terbit lagi, hingga Syaharie Jaang mengakhiri jabatannya di periode ke 2 (2015-2020).

Tak hanya tabloid/majalah Habar Samarinda Baru yang berhenti terbit,  media lainnya termasuk  majalah Metro, tabloid keagamaan Qalam dan Qolbu juga tidak terbit lagi.

Di majalah dan tabloid yang dibuat, Akhmad Zailani merangkap jabatan Pimpinan Umum dan Pimpinan redaksi. Selain aktif dengan koran sendiri, juga sempat sebentar membantu menerbitkan lahirnya Koran Sentawar Post (Koran Kabupaten Kutai Barat) yang didirikan Korrie Layun Rampan (alm), yang saat edisi awalnya dicetak di percetakan surat kabar harian Suara Kaltim.
Selain menulis berita, artikel, juga sempat menulis cerita bersambung di SKH Suara Kaltim. Di antaranya, Opera Pak Karto (1997), Ah (1997) dan Dinasti Su Hat Su (1998), cerita silat politik, dengan latar belakang menjelang runtuhnya Orde Baru atau pemerintahan Presiden Soeharto

Puisi-puisinya di antaranya dimuat dalam buku :

  • Sinar Sidiq, Antologi Puisi penyair 5 negara  yang diterbitkan sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara 2012 di Membakut Sabah pada 8-11 Februari 2012,
  • Kepada Sahabat (antologi puisi Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, yang diterbitkan Dewan Bahasa dan Pustaka Cawangan, Sabah),
  • Agonia, Antologi Puisi Penyair (Muda) Jember – Jogja, kerjasama Tikungan Indonesia (Jember) dan Indiebook Corner Jogyakarta (2012)
  • Kitab Puisi Suara 5 Negara (prakata Korrie Layun Rampan, Tuas Media)
  • Negeri Sembilan Matahari, Antologi puisi penyair Indonesia (Sastra Welang Pustaka, Bali 2013)
  • Semangkuk Nasi dan Presiden, Antologi Puisi Penyair Indonesia(Sastra Welang Pustaka, Bali 2013)
  • Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak (MAKTA), Antologi Puisi  penyair Indonesia (2016)
  • Antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) 6 (2017)
  • Itje Jela, Antologi Puisi pertemuan penyairan Tifa Nusantara di Marabahan Kalimantan Selatan.
  • Arus Puisi Sungai,  antologi Puisi bersama penyair Indonesia (Tuas Media, Banjarmasin 2016)
  • Puisi Peduli Hutan, antologi Puisi Penyair Nusantara (Tuas Media 2016).
  •  Antologi puisi Klungkung: Tanah Tua Tanah Cinta (Bali,2016)
  • Malam-malam Seribu Bulan, Antologi Sajak-sajak Ramadhan, bersama 36 Penyair Nusantara (Agustus 2016)  ISBN-978-602-335-179-4.
  • dan lain-lain

Buku Cerpen :

  • Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia (editor Korrie Layun Rampan, 2013)
  • Antologi cerpen Jurnalis Kaltim, Para Lelaki (Sultan Pustaka, 2010) bersama wartawan Kaltim Kony Fahran (Darkuni), H Habolhasan Asyari, Mukhransyah dan Try Lestari.
  • Antologi cerpen Semangkuk Nasi dan Presiden (Sastra Welang Pustaka, Bali 2013).
  • Antologi Cerpen Kemerdekaan bersama penulis Indonesia yang terhimpun dalamForum Aktif Menulis (FAM) Indonesia (2016)
  • dan beberapa cerpen lainnya yang terhimpun dalam buku antologi cerpenis Indonesia.

Buku Umum

Selain buku sastra, juga menulis buku buku sejarah, politik, pertanian dan lainnya, di antaranya

  • Wajah Parlemen Samarinda (diterbitkan oleh DPRD Samarinda, 2006)
  • Wajah Parlemen Daerah di Indonesia (Sultan Pustaka, 2015)
  • Catatan Kecil Tentang Kerja Besar Achmad Amins membenahi Samarinda (Pemkot Samarinda, 2005
  • Walikota Samarinda dari Masa ke Masa, Metro, 2001
  • Melawan Banjir di Kota Air (Pemkot Samarinda) dan buku-buku lainnya.
  • Gubernur Datang Bawa Uang Nggak (Pemprov Kaltim, 2001). Tulisan perjalanannya bersama jurnalis Kaltim lainnya mengikuti kunjungan Gubernur Kaltim Suwarna AF dijadikan judul buku
  • Ensiklopedia Kepala daerah di Indonesia Jakarta: Sultan Pustaka, 2016.
  • Dan buku lainnya.

Pernah juara di berbagai perlombaan menulis. Di antaranya :

  • Juara pertama  lomba menulis resensi buku memperingati Indonesia merdeka, yang diselenggarakan Perpustakaan Kalimantan Timur (1995)
  • Juara Pertama lomba menulis cerpen daerah, yang diselenggarakan Dharma Wanita Kaltim (1996)
  • Juara pertama lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan BKKBN Kabupaten Kutai (1995)
  • Juara ke 2 lomba tulisan popular tentang lingkungan hidup, yang diselenggarakan VICO Balikpapan (1995),
  • Juara ke 2 lomba menulis puisi lingkungan hidup yang diselenggarakan AMPI Kaltim (1996)
  • Juara pertama lomba menulis puisi nasional  bertema Ketuhanan tahun (2016) yang diadakan oleh organisasi santri dan beberapa perlombaan menulis  lainnya.